Mengapa Orang Cenderung Lebih Berkembang Saat Bekerja di Coworking Space?

By in Blog

Ada hal-hal tertentu terkait coworking space yang membuatnya begitu spesial. Setidaknya itulah yang disampaikan oleh Harvard Business Review. Pernyataan tersebut tentunya bukan tanpa dasar. Penelitian yang dilakukan oleh Regus menunjukkan bahwa ternyata mayoritas bisnis kecil cenderung lebih memilih coworking space daripada kantor konvensional untuk membantu mereka berkembang. Ketika ditanya tentang keuntungan coworking space dibandingkan pilihan tempat bekerja lain, lebih dari 80% responden mengaku bahwa coworking space lebih efektif daripada kantor konvensional.

Tidak mengherankan jika ada semakin banyak coworking space yang bermunculan. Di Indonesia, jumlah coworking space sudah mencapai angka 65 pada tahun 2016 lalu. Keberadaan coworking space bahkan tidak hanya dibuka secara personal atau swasta, tetapi badan usaha milik negara pun turut membukanya. Bahkan ada yang langsung membukanya di 17 kota di Indonesia sekaligus.

Seluruh aktivitas yang ada di coworking space didasarkan pada tiga hal utama, yaitu community, connectivity, dan collaboration. Ketiga hal ini jugalah yang mampu membuat orang-orang lebih berkembang ketika bekerja di coworking space, baik secara langsung maupun tidak. Namun, sebenarnya bagaimana ketiga hal tersebut membantu orang-orang di coworking space untuk terus berkembang?

Menganggap Pekerjaan sebagai Sesuatu yang Bermakna

Harvard Business Review pernah mewawancarai beberapa pemilik coworking space dan pengelola komunitas untuk mengetahui mengapa orang cenderung lebih berkembang ketika bekerja di coworking space. Terlepas dari jenis pekerjaan yang dikerjakan, Harvard Business Review menemukan bahwa ternyata orang-orang tersebut menganggap pekerjaan mereka sebagai sesuatu yang bermakna.

Tidak seperti di kantor konvensional, coworking space terdiri dari banyak anggota yang bekerja untuk perusahaan dan proyek berbeda. Karena minimnya kompetisi antar pegawai, orang-orang di coworking space merasa tidak perlu “menyesuaikan diri” agar bisa diterima di lingkungan kerja tersebut. Sebaliknya, bekerja beriringan dengan orang-orang yang memiliki proyek berbeda justru membuat nilai dari hal yang mereka kerjakan terasa lebih kuat. Selain itu, beragamnya karakter dan keahlian yang dimiliki orang-orang di coworking space juga membuat mereka bisa saling membantu anggota komunitas lain yang membutuhkan.

Memiliki Kontrol yang Pas terhadap Pekerjaan

Fleksibilitas merupakan salah satu keuntungan paling menonjol yang bisa ditawarkan oleh coworking space. Beberapa coworking space bahkan memiliki jam operasional selama 24 jam. Hal ini memungkinkan orang-orang untuk memiliki kontrol lebih terhadap hal-hal yang mereka kerjakan di sana. Mereka bisa bebas beristirahat, pergi ke gym pada siang hari, bekerja di area yang sepi agar bisa fokus atau berbagi meja dengan orang lain untuk melakukan kolaborasi, hingga bebas memutuskan hendak bekerja hingga pukul berapa.

Terlebih, dinamika dan ketidakpastian bisnis startup sering kali mengharuskan orang untuk mengurangi atau menambah jumlah tim. Alhasil, kebutuhan akan tempat bekerja pun cenderung berubah-ubah. Nah, fleksibilitas yang ditawarkan oleh coworking space mampu memenuhi kebutuhan para pegiat bisnis startup maupun pekerja dari perusahaan yang baru berdiri.

Meski begitu, ternyata orang-orang yang bekerja di coworking space juga tetap menghargai adanya struktur dalam kehidupan profesional mereka. Mereka sadar bahwa kebebasan atau fleksibilitas yang berlebihan dapat mengganggu produktivitas karena tidak adanya rutinitas yang pasti. Nah, dengan bekerja beriringan bersama komunitas lain, orang-orang di coworking space merasa terpacu dan termotivasi untuk menciptakan struktur dan kedisiplinan dalam bekerja. Terbatasnya struktur ini justru memungkinkan orang-orang untuk bekerja secara optimal karena mereka memiliki kontrol yang pas terhadap pekerjaan mereka.    

Mendapat Kesempatan untuk Mengeksplor Banyak Hal Baru

Coworking space memungkinkan orang-orang yang bekerja di sana untuk keluar dari zona nyaman mereka. Di coworking space, Anda akan “dipaksa” untuk bertemu banyak orang baru, baik ketika duduk bersebelahan dengan orang dari perusahaan berbeda, berpartisipasi dalam sebuah workshop, menyelenggarakan workshop, atau sekadar bergabung untuk bekerja di meja kolaborasi. Apapun bentuknya, hal tersebut akan memberikan Anda kesempatan untuk mengeksplor hal-hal baru.

Hal-hal baru ini bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari mendapat proyek dari orang yang duduk di sebelah Anda, kesempatan untuk bergabung dengan komunitas baru, atau mendapat leads untuk bisnis. Namun, untuk bisa mengeksplor hal-hal tersebut, Anda tidak boleh menutup diri. Pastikan orang-orang di sekitar Anda bisa dengan mudah berkomunikasi dengan Anda dan tunjukkan bahwa Anda siap membantu mereka dengan keahlian yang Anda punya.

Memiliki Peluang untuk Melakukan Kolaborasi

Selain fleksibilitas, keberagaman sepertinya menjadi alasan utama kedua mengapa coworking space begitu banyak diminati dan berhasil membuat orang berkembang ketika bekerja di sana. Hari ini, Anda mungkin duduk di sebelah seorang arsitek saat bekerja di coworking space. Esoknya, bisa jadi Anda akan bekerja di sebelah seorang web developer atau desainer grafis.

Anda pun bisa mendiskusikan ide dengan orang-orang tersebut dan mendapat feedback dari sudut pandang yang berbeda. Siapa tahu nantinya Anda dan orang-orang tersebut justru bisa merancang proyek baru yang unik dan belum pernah Anda pikirkan sebelumnya. Hal ini tentu akan membantu Anda untuk melebarkan sayap bisnis sekaligus membuat Anda menambah koneksi baru. Kesempatan untuk berkolaborasi inilah yang membuat orang-orang betah untuk bekerja di coworking space.

Merasa Menjadi Bagian dari Suatu Komunitas

Setiap coworking space menawarkan suasana atau vibe yang berbeda. Para pemiliknya berusaha seoptimal mungkin untuk menciptakan pengalaman unik yang bisa memenuhi kebutuhan para anggotanya. Salah satu kebutuhan tersebut adalah untuk bersosialisasi dan sejauh ini, coworking space sukses memenuhinya. Uniknya, di coworking space, bersosialiasi bukanlah suatu hal yang bersifat wajib atau dipaksakan. Anda bebas memilih kapan dan bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Riset dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa meskipun beberapa orang di coworking space lebih jarang berinteraksi dengan sesama coworkers, mereka masih merasa menjadi bagian dari komunitas yang tercipta di coworking space tersebut. Menurut Harvard Business Review, hal ini bisa terjadi karena mereka tahu bahwa coworking space selalu menyediakan peluang bagi mereka untuk berinteraksi kapan pun diinginkan.

Di sisi lain, aspek komunitas inilah yang menjadi faktor penting bagi orang-orang dalam menikmati lingkungan kerja di coworking space. Dilansir dari eoffice.net, sebuah studi bahkan menunjukkan bahwa keberagaman latar belakang pekerja yang ada di coworking space bisa membuat proyek yang Anda kerjakan terasa lebih penting dan bermakna.

Sudah seharusnya orang-orang memiliki kontrol dan fleksibilitas yang pas di lingkungan kerja mereka. Dengan berbagai layanan, fasilitas, dan nilai-nilai yang dianutnya, coworking space berhasil memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak hanya itu, coworking space juga menjadi tempat yang pas bagi Anda untuk bekerja sekaligus membangun koneksi. Hal ini menciptakan peluang bagi Anda untuk melakukan kolaborasi dan mengeksplor banyak hal baru. Tidak mengherankan apabila banyak orang merasa lebih berkembang ketika bekerja di coworking space daripada kantor konvensional.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

wordpress theme by jazzsurf.com